Kita bangga, Indonesia Kuasai 58% Pasar Minyak Sawit Dunia, Produksi Capai 46 Juta Ton di 2025

Proses pemuatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di salah satu perkebunan sawit Indonesia 



LPMH-Indonesia balik lagi mencatatkan dominasinya sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Dilihat empiris pada Jumat, 8 Agustus 2025 menurut data terbaru dari United States Department of Agriculture (USDA) tahun 2024/2025, Indonesia menghasilkan 46 juta ton minyak sawit setiap tahunnya. Jumlah ini setara dengan 58 persen dari total pasokan global, menjadikan Indonesia sebagai penyuplai utama minyak sawit dunia.


Untuk memberika  gambaran, negara tetangga Malaysia yang berada di posisi kedua hanya menghasilkan sekitar 19,4 juta ton, disusul Thailand (3,33 juta ton), Kolombia (1,9 juta ton), dan Nigeria (1,5 juta ton).


Sementara itu, menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi minyak sawit nasional memang menunjukkan tren naik dalam lima tahun terakhir, didorong oleh perluasan lahan dan perbaikan sistem produksi di sektor perkebunan rakyat maupun korporasi. 


GAPKI juga mencatat bahwa lebih dari 70 persen produksi Indonesia diekspor, utamanya ke India, Tiongkok, dan Uni Eropa.


Dalam laporan CNBC Indonesia (2024), sektor sawit menyumbang lebih dari USD 30 miliar devisa per tahun bagi negara. Namun, sektor ini juga terus menghadapi tekanan dari kampanye negatif di Eropa serta isu keberlanjutan lingkungan. 


Sebagai tanggapan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) terus mendorong sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan pelatihan kepada petani.


Data dari Katadata Insight Center (2023) juga menegaskan bahwa sawit menjadi komoditas unggulan yang menopang ekonomi lebih dari 16 juta tenaga kerja secara langsung dan tidak langsung, terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.


Dengan kekuatan ini, hampir 6 dari 10 liter minyak sawit di dunia berasal dari Indonesia. Namun, tantangan ke depan tak ringan. Isu lingkungan, keberlanjutan, dan penguatan daya saing petani lokal masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan pelaku industri.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama