![]() |
| IMATAB-ACEH salurkan bantuan sosial untuk mahasiswa asal Kota Tanjungbalai yang terdampak bencana alam |
Ikatan Mahasiswa Tanjungbalai - Aceh (IMATAB-ACEH) secara resmi mendistribusikan bantuan sosial bagi mahasiswa asal Kota Tanjungbalai yang tengah menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Provinsi Aceh. Program kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai sebagai penghimpun donasi dengan IMATAB-ACEH sebagai mitra penyalur.
Bantuan tersebut menyasar para mahasiswa yang tersebar di lima wilayah krusial, yakni Lhokseumawe, Banda Aceh, Meulaboh, Langsa, dan Takengon. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa di perantauan.
Distribusi Berbasis Kebutuhan Wilayah Berdasarkan hasil verifikasi data melalui sistem pendataan IMATAB-ACEH, penyaluran bantuan dilakukan dengan dua skema yang berbeda. Untuk mahasiswa yang berdomisili di wilayah Lhokseumawe dan Takengon, bantuan diberikan dalam bentuk logistik serta paket bahan pokok (sembako), antara lain beras 60 karung, telur 47 papan, minyak goreng 8 papan dan sarden 3 dus guna menopang kebutuhan konsumsi harian.
Sementara itu, bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di wilayah Banda Aceh, Meulaboh, dan Langsa, bantuan diberikan dalam bentuk penyediaan tiket transportasi untuk memfasilitasi kepulangan mereka menuju Kota Tanjungbalai.
Koordinator Penyaluran Kemahasiswaan IMATAB-ACEH, Hibrizi Muhammad Harahap, menjelaskan bahwa pemetaan wilayah dilakukan untuk memastikan efektivitas bantuan. Menurutnya, perbedaan jenis bantuan di tiap wilayah merupakan hasil pertimbangan kondisi objektif mahasiswa di lapangan.
"Pendataan yang kami lakukan di Lhokseumawe hingga Takengon bertujuan agar bantuan ini tepat sasaran dan tepat guna. Pembagian bantuan logistik maupun tiket kepulangan ini disesuaikan dengan urgensi dan kondisi mahasiswa di masing-masing titik koordinat agar manfaatnya benar-benar terasa," Ujar Hibrizi
Ia merincikan bahwa bantuan logistik disalurkan kepada 97 mahasiswa di Lhokseumawe dan Takengon. Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi tiket kepulangan bagi 11 mahasiswa yang masih tertahan di Banda Aceh, Meulaboh, dan Langsa.
Ketua Umum IMATAB-ACEH, Imam Munandar, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai yang telah mempercayakan proses distribusi ini kepada IMATAB-ACEH.
"Kami berterima kasih atas atensi Pemko Tanjungbalai terhadap nasib mahasiswa di perantauan. Sinergi ini memastikan bahwa mahasiswa tetap merasa diperhatikan oleh daerah asalnya, meski sedang menuntut ilmu di tanah rencong," ujar Imam.
Melalui aksi ini, IMATAB-ACEH berharap sinergitas antara mahasiswa dan pemerintah daerah terus terjaga, sehingga kendala - kendala sosial yang dihadapi mahasiswa di perantauan dapat terus teratasi secara berkelanjutan.
