Di tengah kondisi darurat tersebut, sejumlah warga mengibarkan bendera putih dengan tulisan “Kami tidak baik-baik saja”. Aksi ini dipandang sebagai simbol kelelahan warga akibat banjir yang berulang serta dampaknya terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
Sejumlah warga mengeluhkan aktivitas sehari-hari lumpuh akibat banjir. Rumah terendam, lahan pertanian rusak, dan sebagian warga masih menunggu bantuan yang merata di lokasi pengungsian.
Pemerintah pusat menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani dampak banjir di Aceh. Bantuan logistik, evakuasi warga, serta pendirian posko pengungsian disebut terus dilakukan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Pengamat menilai bencana banjir yang terus berulang di Aceh menunjukkan perlunya penanganan jangka panjang, termasuk perbaikan tata kelola lingkungan dan pengelolaan daerah aliran sungai agar risiko serupa dapat diminimalkan.
Berita ini dihimpun dari BBC News Indonesia.
