PENULIS:FURQAN|EDITOR:RAZIQ
![]() |
| Ilustrasi. Foto:Goggle |
LPMH, Lhokseumawe – Kota Lhokseumawe mengalami pemadaman panjang sejak Rabu (26/11) pukul 08.00 WIB hingga Kamis dini hari (27/11/2025). Pemutusan aliran listrik terjadi akibat robohnya tower transmisi 150 kV Arun–Bireuen yang terdampak banjir bandang di Bireuen.
Meski kerusakan berada jauh dari pusat kota, dampaknya menjalar cepat dan membuat Lhokseumawe gelap selama lebih dari 17 jam.
Hingga pukul 01.00 WIB, sebagian besar wilayah kota masih tenggelam dalam kegelapan. Jalan-jalan utama tampak meredup, hanya disisakan cahaya dari beberapa papan nama toko yang bertahan menggunakan genset. Bangunan yang biasanya ramai berubah seperti bayangan, menyisakan kota yang terasa menahan napas.
Warung-warung yang nekat tetap buka hanya mengandalkan lilin dan lampu darurat. Nyala kecil itu goyah diterpa angin lembap dari arah laut, tetapi cukup untuk membuat warga bertahan dari gelap dan hujan yang turun tanpa henti sejak pagi.
Sementara itu, internet pun melemah. Banyak warga berkeliling mencari sinyal dan colokan, berharap menemukan warkop dengan generator.
Di sebuah infomaret di daerah Cunda, seorang mahasiswi tampak gelisah. Ia berkali-kali mencoba menelepon keluarganya yang jauh dari perantauan , , yang diberitakan terdampak banjir. Namun, jaringan yang naik turun membuat panggilan tak pernah tersambung.
Pukul 02.00, Sebagian Wilayah Mulai Terang
Menjelang pukul 02.00 WIB, sebagian wilayah Lhokseumawe akhirnya kembali dialiri listrik. Lampu-lampu rumah dan kios mulai menyala perlahan, menciptakan titik-titik terang di tengah gelap pekat yang menyelimuti kota. Warga yang listriknya sudah hidup segera mengisi baterai ponsel dan menghubungi keluarga, sementara wilayah lain masih menunggu giliran.
Simpang Buloh Diserbu Warga di Tengah Hujan
Di saat beberapa sudut kota telah terang, keramaian justru memusat di Simpang Buloh—lokasi yang biasanya lengang pada malam hari.
![]() |
| Sejumlah anak muda memilih duduk di cafe simpang buloh , mencari jaringan internet lebih stabil dan sumber listrik , Kamis dinihari, 27 November 2025 dok:TIM JURNALIS LPMH |
Malam itu berubah drastis. Warga berbondong-bondong memenuhi warung-warung di sekitar jalan tersebut. Ada yang datang hanya untuk mencari makanan hangat, ada yang membawa charger dan berharap menemukan colokan di warung yang menghidupkan genset, dan beberapa lainnya sekadar mencari tempat berteduh dari hujan.
Hujan yang tak kunjung reda membuat sejumlah ruas jalan tergenang. Motor dan mobil terpaksa melaju pelan,hingga ada yang Memilih jalan pintas dan sementara pejalan kaki menepi di bawah atap toko untuk menghindari percikan air. Di satu sisi jalan, sekelompok anak muda tampak berdempetan di area kecil yang sinyalnya lebih kuat. Mereka berusaha mengirim pesan yang sejak siang tak kunjung terkirim.
Pedagang kaki lima mengalami lonjakan pembeli. Beberapa warga mengaku keluar rumah bukan hanya karena lapar, tetapi juga ingin mencari suasana terang dan keramaian setelah seharian gelap,hingga membeli ketersediaan makanan di rumah yang berkurang
Hingga dini hari, Lhokseumawe terlihat seperti kota yang terbelah sebagian wilayah telah menyala dan kembali hidup, sementara sisi lainnya masih berjuang bertahan di tengah gelap dan hujan yang tak kunjung berhenti.

