LPMH– Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menutup rangkaian kegiatan Training of Trainers (ToT) 2026 melalui agenda Diseminasi dan Penutupan di Gedung Science Square FMIPA UNM, Sabtu (19/9/2026).
Agenda ini menjadi puncak dari seluruh tahapan pelatihan yang diawali dengan pembekalan materi, Outing Class, implementasi mandiri selama sepekan, hingga Diseminasi dan Penutupan formal.
Mengusung tema “Teliti Menyiapkan, Cermat Memfasilitasi: Membangun Fasilitator Penalaran yang Berkualitas”, ToT 2026 membekali peserta dengan pemahaman konsep fasilitasi serta praktik merancang kegiatan berdasarkan kebutuhan organisasi.
Setelah mengikuti pelatihan dan outing class, para peserta memasuki tahap implementasi untuk mengidentifikasi persoalan organisasi dan mengembangkan rancangan kegiatan sebagai penerapan hasil pembelajaran. Rancangan yang disusun berdasarkan kondisi lembaga disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan serta penyelesaian hambatan yang dihadapi di lingkungan organisasi.
Rancangan kegiatan tersebut dipresentasikan dalam agenda Diseminasi yang diikuti 29 dari 38 peserta terdaftar. Presentasi dibagi ke dalam dua kelas, yakni di Ruang Seminar 2 Lantai 5 dan Mini Hall Lantai 3 Gedung Science Square FMIPA UNM.
Di Ruang Seminar 2 Lantai 5, sesi presentasi dan diskusi ditanggapi langsung oleh dua penanggap ahli, yakni Vivianti, S.Stat., M.Stat., bersama Husnul Khatimah Rusyid, S.Pd., M.Pd. Dengan proses yang sama di Mini Hall Lantai 3, sesi tersebut ditanggapi oleh dua penanggap ahli lainnya, yaitu Santri Ramadani, S.Pd., M.Pd., serta Nurfaida, S.Pd., Gr.
Salah satu peserta ToT 2026, Kamlia, pengurus harian LPM Penalaran UNM periode 2025/2026, menilai Diseminasi sebagai ruang untuk berbagi gagasan dan belajar dari perspektif peserta lain.
“Bagi saya, Diseminasi menjadi ruang untuk berbagi gagasan, menguji rancangan yang kami susun, sekaligus belajar dari cara peserta lain merespons masalah. Dari proses ini, kami belajar bahwa sebuah gagasan dapat berkembang ketika didiskusikan,” ujar Kamlia.
Ketua Umum LPM Penalaran UNM, Muhammad Ammar Latif, menegaskan bahwa berakhirnya pelatihan bukanlah akhir dari proses belajar.
“ToT bukanlah garis akhir, melainkan garis start untuk menjadi fasilitator hebat. Fasilitator terbaik bukanlah yang terlihat paling pintar, melainkan yang membuat pesertanya lebih hebat,” kata Muhammad Ammar Latif.
Ketua Panitia ToT 2026, Ardiansah, turut meminta peserta menerapkan kemampuan yang diperoleh di lingkungan masing-masing.
“Bawalah kemampuan membaca situasi, mendengar peserta, dan membangun ruang belajar ke lingkungan kalian. Keberhasilan pelatihan diukur dari seberapa jauh ilmu ini meneruskan dampak,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan alumni LPM Penalaran UNM Angkatan VI, Dr. Sitti Saenab, S.Pd., M.Pd., yang menilai seluruh proses ToT penting dalam membentuk calon fasilitator.
“Semoga alumni ToT ini dapat menjadi fasilitator yang teliti dalam menyiapkan, cermat dalam memfasilitasi, dan tulus dalam mendampingi setiap proses belajar,” ujarnya.
Seremoni penutupan diisi laporan ketua panitia, sambutan Ketua Umum, serta penutupan resmi oleh Pembina LPM Penalaran UNM yang diwakili oleh alumni LPM Penalaran UNM Dr. Sitti Saenab, S.Pd., M.Pd., lalu diakhiri dengan doa dan foto bersama.
Dengan berakhirnya ToT 2026, para peserta resmi menjadi calon fasilitator yang akan merealisasikan rancangan kegiatan mereka ke lembaga serta divisi masing-masing. Bagi LPM Penalaran UNM, tuntasnya ToT menjadi titik awal bagi peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan dan menghadirkan ruang belajar yang mendorong orang lain untuk bertumbuh.
