LPMH - Lembaga Pers Mahasiswa Hukum (LPMH) Universitas Malikussaleh kembali menggelar Ngopi Kritis (Ngotis) pada Jumat, 18 September 2026. Mengusung tema “Transformasi Anak Muda Intelektual”, kegiatan ini berlangsung di Mensa mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut menghadirkan Muhammad Ardiansyah Putra, S.H., CPM., CParb., CPLA, Ketua Magister Hukum Universitas Malikussaleh, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Ardiansyah membahas pentingnya peran anak muda dalam membangun pola pikir kritis dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi negara.
Ardiansyah menjelaskan bahwa menjadi anak muda yang berintelektual tidak hanya ditunjukkan melalui keberanian untuk melakukan demonstrasi atau menyampaikan aspirasi. Menurutnya, intelektualitas juga harus tercermin melalui kemampuan berpikir secara kritis, rasional, serta menggunakan ilmu pengetahuan secara tepat dan bermanfaat bagi negara.
Ia juga menyampaikan bahwa anak muda intelektual merupakan generasi yang mampu menerapkan kelima sila Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam sesi diskusi, Ardiansyah kemudian mengajukan pertanyaan kepada peserta mengenai apakah sila kelima Pancasila, yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, sudah diterapkan secara nyata di Indonesia.
Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh salah satu peserta, Naila, yang menyampaikan bahwa sila kelima belum diterapkan secara seutuhnya. Ia menilai hal tersebut masih terlihat dari adanya anggapan bahwa “hukum di Indonesia tajam ke atas, tumpul ke bawah.” Menanggapi jawaban tersebut, Ardiansyah memberikan penegasan bahwa bukan hukum di Indonesia yang tumpul, melainkan aparatnya. “Bukan hukum di Indonesia yang tumpul, tapi aparatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, perubahan tidak hanya dapat ditunggu dari negara, tetapi juga perlu diwujudkan oleh generasi muda melalui sikap dan tindakan nyata. Ia mendorong para peserta untuk menjadi bagian dari generasi yang mampu menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, menjadi anak muda intelektual bukan hanya soal memiliki banyak pengetahuan, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut digunakan dengan baik. Anak muda diharapkan mampu berpikir kritis, rasional, berani, dan bertanggung jawab dalam menghadapi perubahan, serta ikut menerapkan nilai-nilai Pancasila untuk kemajuan negara.
Penulis: Annisatul Maida
Editor: Jurnalistik LPMH
