![]() |
| flyer Resmi Konsolidasi akbar di Bawah Komando Dewan Perwakilan Mahasiswa Unimal dok /DPM UNIMAL |
LHOKSEUMAWE — Kursi kekuasaan di Lhokseumawe tampaknya terlampau nyaman, hingga membuat pemimpin daerah lupa bahwa setiap janji politik yang diobral saat kampanye adalah utang moral yang wajib dibayar tuntas. Hari ini, kesabaran kaum intelektual kampus resmi habis. Melalui Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Universitas Malikussaleh (Unimal), aliansi mahasiswa menabuh genderang perlawanan lewat agenda Konsolidasi Akbar Mahasiswa untuk menyeret pemerintah kota keluar dari zona nyaman pencitraan semu.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Publik Lhokseumawe selama ini disuguhi dongeng pembangunan dan retorika manis, sementara realitas di lapangan justru menunjukkan karut-marut kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Ketika program kesejahteraan mandek, fasilitas publik terbengkalai, dan janji-janji kepala daerah berubah jadi angin lalu, mahasiswa tidak boleh memilih bungkam dan menjadi penonton bodoh di tanah sendiri. Pengingkaran janji yang dilakukan oleh penguasa adalah bentuk pengkhianatan terang-terangan terhadap mandat rakyat.
Alih-alih membuka ruang dialog yang transparan, birokrasi pemerintah kota justru kerap menutup telinga dan alergi terhadap kritik konstruktif yang disuarakan oleh kampus. Padahal, fungsi kontrol sosial mahasiswa adalah benteng terakhir agar penguasa tidak bertindak sewenang-wenang. Karena saluran birokrasi terbukti mandul dan gagal merespons keresahan publik, maka jalanan dan ruang-ruang publik menjadi arena paling sah untuk mengadili kebusukan rezim yang antikritik.
Mengingat arah kebijakan kota yang kian melenceng dari kepentingan rakyat, panggilan moral dilayangkan kepada seluruh pimpinan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan seluruh elemen mahasiswa Unimal untuk merapatkan barisan, menyatukan kepalan, dan bersiap turun dalam satu barisan perlawanan:
Agenda: Konsolidasi Akbar Mahasiswa Unimal (Menagih Janji Nyata Wali Kota Lhokseumawe)
Titik Kumpul: Jalan Kalimantan Paling Ujung
Hari/Tanggal: Jumat, 18 September 2026
Waktu: 16.30 WIB – Selesai
"Jika penguasa memilih tuli dan amnesia atas janjinya sendiri, maka perlawanan rakyat dan mahasiswa adalah pengingat paling telak bahwa singgasana mereka tidak kebal dari tuntutan keadilan!"
