![]() |
| Prosesi pengibaran bendera merah putih di laut Ujung Batee, Lhokseumawe (17/8/2026) yang diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Turtle Diving Club (UKM-TDC) dalam peringatan HUT NKRI ke-81. |
Lhokseumawe - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, gabungan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) mengibarkan bendera Merah Putih di tengah laut Pantai Ujung Batee, Kota Lhokseumawe, Senin (17/8/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Turtle Diving Club (UKM-TDC) Unimal yang berkolaborasi dengan UKM SAR Unimal dan Lembaga Maritim Muda Nusantara (MMN).
Prosesi pengibaran bendera tersebut melibatkan 13 personel gabungan. Berbeda dengan upacara pada umumnya, pengibaran dilakukan langsung di atas permukaan laut dengan jarak puluhan meter dari bibir pantai. Tantangan utama yang dihadapi oleh ke-13 personel adalah kondisi pasang surut air laut serta hantaman ombak yang cukup kuat di kawasan pesisir Ujung Batee.
Tim harus menguras tenaga ekstra untuk menjaga keseimbangan saat berenang di tengah ombak agar formasi pengibaran tidak terpecah dan bendera tetap membentang stabil.
Mengingat tingginya tingkat risiko di perairan terbuka, kegiatan ini didasari oleh persiapan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan air yang sangat matang. Sebelum turun ke laut, tim telah melakukan pemantauan cuaca dan pengecekan ketat terhadap seluruh perlengkapan keselamatan.
Aksi ini dipastikan berjalan aman karena tidak dilakukan oleh sembarang orang, melainkan dieksekusi secara khusus oleh para personel yang telah terlatih, memiliki kualifikasi kelautan, dan profesional di bidang penyelaman maupun water rescue (penyelamatan di air).
Ichsan Khamil Mandhay, Ketua Umum UKM-TDC Unimalmengatakan, kegiatan tersebut merupakan cara mahasiswa memaknai hari kemerdekaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian wilayah pesisir.
"Sebelum hari pelaksanaan, kami sudah melakukan persiapan fisik dan simulasi yang intensif. Meskipun dihadapkan pada tantangan ombak yang dinamis dan pasang surut air laut Ujung Batee, tim yang turun sudah sangat terlatih sehingga tetap fokus mempertahankan posisi formasi.
Kami berharap kegiatan ini dapat mengingatkan masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk terus menjaga potensi laut kita," ujarnya.
Sementara itu, Maulidin, Ketua Umum UKM SAR Unimal menyebutkan, penerapan SOP keselamatan yang ketat menjadi kunci keberhasilan aksi pengibaran ini.
"Tantangan arus dan ombak laut menjadi fokus utama kami. Keselamatan 13 personel di permukaan laut adalah prioritas mutlak. Kolaborasi antara TDC, SAR, dan MMN berjalan sangat solid dan profesional, sehingga seluruh rangkaian pengibaran bendera di tengah laut ini dapat diselesaikan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan skenario rencana awal," pungkasnya.
