LPMH-Pemateri NGOTIS (Ngopi Kritis), Al-Syah Nugraha Kamid, mengingatkan mahasiswa agar lebih bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi digital, khususnya dalam penggunaan gawai dan media sosial.
Menurutnya, kemudahan mengakses informasi melalui perangkat digital harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri agar tidak terjebak dalam kebiasaan yang berdampak negatif.
Ia menyoroti fenomena doomscrolling, yakni kebiasaan menggulir media sosial secara terus-menerus untuk mengonsumsi berbagai informasi, terutama berita atau konten bernada negatif, tanpa disadari dapat memengaruhi pola pikir, produktivitas, hingga kesehatan mental penggunanya.
“Mahasiswa di era sekarang mesti bijak dalam menyikapi dan menggunakan gawai masing-masing. Fenomena doomscrolling sedikit banyaknya memengaruhi mahasiswa dalam menggunakan media sosial,” ujar Al-Syah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi di ruang digital.
Sebaliknya, mahasiswa harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk meningkatkan literasi, menyebarkan informasi yang telah terverifikasi, serta membangun ruang diskusi yang sehat dan produktif.
Dengan demikian, teknologi digital tidak hanya menjadi sumber hiburan, tetapi juga menjadi instrumen pembelajaran dan pengembangan kapasitas intelektual mahasiswa.
