LPMH-Liburnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Sejumlah warga mengaku harga berbagai kebutuhan pokok di pasar alami penurunan dibandingkan saat program MBG masih berjalan. Selain harga lebih murah, beberapa barang yang sebelumnya sulit ditemukan kini kembali tersedia dengan stok yang cukup.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga sejumlah bahan pangan seperti telur, ayam, hingga sayuran mulai turun. Warga menyebut kondisi ini berbeda dengan beberapa waktu lalu ketika MBG masih aktif, di mana permintaan dalam jumlah besar menyebabkan harga sejumlah barang dagangan naik dan menjadi terbatas di pasaran.
Dalam vidio yang beredar disalah satu akun sosial media tiktok *@sebabakibat27*, salah seorang warga dan pedagang dalam video mengaku lebih lega berbelanja sejak MBG memasuki masa libur. Menurutnya, kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih ringan. Ia berharap harga bahan pokok tetap stabil sehingga masyarakat tidak lagi terbebani oleh peningkatan harga yang terjadi saat permintaan meningkat.
"Dampak mbg libur dua minggu dagangan banyak, hargapun turun, kami pedagang pun senang, yang belanja kewarung saya pun senang karena harganya sudah turun, coba kalau mbg sudah mulai lagi dagangan nya mahal lagi diborong mbg" ujar salah satu pedagang pasar
Meski demikian, masyarakat memahami bahwa Program MBG adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi para pelajar. Namun, mereka berharap pemerintah juga mampu mengantisipasi dampak ekonomi yang muncul, khususnya terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan di pasar agar kebutuhan masyarakat umum tetap terjangkau.
Warga berharap pemerintah dapat mencari solusi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas harga pangan. Dengan demikian, tujuan meningkatkan gizi masyarakat dapat tercapai, sementara kebutuhan pokok tetap mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau.
