Penulis:Nafis|Editor:Furqan
Lhoksemawe ,6 Juni sistem siklonik 70B yang terpantau di Laut Andaman dilaporkan masih aktif dan bergerak ke arah Utara menjauhi wilayah Sumatera. Meski pusat sistem terus bergerak menjauh,dampak tidak langsung berupa suplai uap air ke wilayah barat Aceh dan Sumatera Utara masih berpotensi meningkatkan pembentukan awal hujan dalam beberapa hari ke depan .
Berdasarkan informasi yang disampaikan GeoMT, keberadaan sistem 70B terdeteksi melalui pemantauan model cuaca numerik ECMWF IFS HRES. Sistem tersebut juga telah masuk dalam pemetaan storm track Ensambel ECMWF, yang menunjukkan adanya aktivitas siklonik yang diakui oleh salah satu model prakiraan cuaca global.
menurut hasil pemantauan pada Sabtu (6/6),pusat sistem 70B berada di kawasan Laut Andaman dan bergerak menuju wilayah Utara Teluk Benggala. perkerakan ini membuat jaraknya semakin jauh dari pulau Sumatra .namun sirkulasi atmosfer yang menimbulkan masih mampu menarik massa udara lembap dari samudera Hindia ke wilayah pesisir barat Aceh dan Sumatera Utara
Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan aktivitas konveksi atau pembentukan awan hujan, terutama pada sore hari dan malam hari. Wilayah pesisir barat Aceh diperkirakan menjadi daerah yang paling berdampak, meskipun hujan juga berpotensi meluas ke wilayah tengah hingga timur .
Selain hujan lebat, masyarakat di daerah rawan bencana diimbaukan mewaspadai potensi longsor apabila curah hujan berlangsung terus- menerus.warga yang tinggal di sekitar lereng dan tebing disarankan menghindari area berisiko saat hujan deras terjadi .
Untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem, masyarakat diminta menyiapkan perlengkapan darurat seperti dokumen penting,obat obatan,air minum,dan pakaian yang cukup untuk beberapa hari .nelayan dan pengguna transportasi laut juga diimbau menunda aktivitas melaut apabila terjadi peningkatan kecepatan anging dan gelombang yang tidak normal.
GeoMT menegaskan bahwa tujuan penyampaian informasi ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di pesisir barat Aceh dan Sumatera Utara, sehingga warga dapat mengambil langkah antisipatif sebelum peringatan resmi bencana di keluarkan
