![]() |
| Pemaparan orasi ilmiah oleh ketua brin ri dok/Tim LPMH |
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., jajaran anggota senat universitas, para dosen, serta mahasiswa.
Salah satu agenda utama dalam rapat senat tersebut ialah orasi ilmiah bertajuk “Riset Berdampak, Menuju Indonesia Emas 2045” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Arif menekankan pentingnya riset yang tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga harus mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Berdasarkan hasil wawancara Tim Liputan dan Investigasi LPMH, Prof. Arif menyampaikan bahwa prioritas utama BRIN dalam lima tahun ke depan adalah mendorong percepatan realisasi inovasi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia industri.
Selain itu, BRIN juga berupaya melakukan forecasting terhadap teknologi masa depan sebagai panduan bagi arah industri nasional agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Prioritas utama BRIN untuk lima tahun ke depan adalah percepatan realisasi inovasi agar inovasi dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri. Di sisi lain, kami juga melakukan forecasting terhadap teknologi masa depan agar menjadi panduan bagi arah industri nasional, sehingga industrialisasi kita selalu relevan terhadap perkembangan dinamika teknologi yang ada,” ujar Prof. Arif.
Lebih lanjut, Prof. Arif juga menjelaskan bahwa BRIN membuka peluang bagi mahasiswa untuk ikut berinovasi melalui program manajemen talenta.
Program tersebut, kata dia, mencakup pendampingan skripsi, penentuan arah riset, hingga program magang yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam ekosistem riset nasional.
Ia pun mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mendaftarkan diri saat program-program BRIN dibuka.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam riset dan inovasi merupakan langkah penting dalam menyiapkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai ruang lahirnya gagasan, pengetahuan, dan solusi bagi masa depan bangsa.
