Khamenei Gugur dalam Serangan, Kepemimpinan Sementara Iran Diambil Alih Tiga Pejabat Tinggi

 


Teheran – Iran berduka setelah Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dinyatakan tewas menyusul serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel di ibu kota Teheran, Minggu (1/3/2026). Informasi tersebut disampaikan melalui kantor berita resmi IRNA dan dikutip sejumlah media internasional, termasuk Al Jazeera.

Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa wafatnya Khamenei terjadi akibat serangan yang menurut otoritas setempat melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam Iran. Serangan itu dilaporkan menghantam sejumlah fasilitas pertahanan serta area sipil di beberapa kota.

Sebagai respons terhadap kekosongan kepemimpinan, Iran membentuk dewan sementara yang terdiri dari presiden, kepala kehakiman, serta seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga Konstitusi. Dewan tiga orang ini akan menjalankan seluruh fungsi dan kewenangan Pemimpin Tertinggi hingga mekanisme konstitusional selanjutnya ditetapkan.

Pemerintah juga menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Suasana duka menyelimuti berbagai wilayah, sementara aparat keamanan disiagakan untuk mengantisipasi situasi yang berkembang.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan akan melancarkan operasi balasan besar-besaran. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut bahwa operasi ofensif paling berat dalam sejarah Republik Islam Iran akan segera digelar dan ditujukan ke wilayah serta pangkalan yang disebut sebagai basis militer Amerika.

Pernyataan tersebut menandai eskalasi serius di kawasan dan memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Sejumlah negara dilaporkan mulai memantau situasi dengan ketat serta menyerukan penahanan diri dari semua pihak.


Berita ini dihimpun dari berbagai media nasional dan internasional.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama